KAJIAN KUALITAS UDARA AMBIENT SIMPANG EMPAT KOTA PALEMBANG DAN TERMINAL DI KAB/KOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN

KAJIAN KUALITAS UDARA AMBIENT SIMPANG EMPAT KOTA PALEMBANG DAN TERMINAL DI KAB/KOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN

TAHUN 2007

  1. I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Penurunan kualitas udara di Kota Palembang diduga terjadi karena adanya peningkatan jumlah sumber pencemar seperti semakin banyaknya kendaraan bermotor, aktifitas kegiatan industri, perkantoran, perumahan dan lain sebagainya. Untuk itu, dibutuhkan kajian untuk mengamati dan menggambarkan kondisi kualitas udara sebenarnya. Pada kajian ini dilakukan pengukuran kualitas udara ambient dengan lokasi di beberapa Simpang Empat Kota Palembang dan terminal di kab/kota Provinsi Sumatera Selatan.

1.2 Maksud dan Tujuan

  • Untuk mengetahui kualitas udara di sekitar lokasi Simpang Empat yang ada di Kota Palembang dan terminal di kab/kota Provinsi Sumatera Selatan.

1.3 Manfa’at

  • Sebagai informasi untuk menambah pengetahuan khususnya bagi tenaga kesehatan masyarakat mengenai faktor yang berpengaruh terhadap gangguan saluran pernafasan sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan.
  • Menjadi bahan pertimbangan untuk rekomendasi mengenai pengendalian pencemaran udara khususnya di kawasan Simpang Empat dan terminal di beberapa kab/kota Provinsi Sumatera Selatan.

1.4 Ruang Lingkup

Lokasi Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar lokasi Simpang Empat Kota Palembang dan beberapa terminal di kab/kota Provinsi Sumatera Selatan.

Waktu Kegiatan

Dilaksanakan pada bulan Juli – September 2007

  1. II. Hasil Pemantauan dan Pembahasan

Pengambilan sampel kualitas udara dilakukan 8 (delapan) parameter yaitu gas SO2, NOx, CO, TSP, Suhu, Kecepatan Angin, Kelembaban dan Kebisingan. Pengambilan sampel kualitas udara dilakukan dengan metode tidak langsung yaitu basah (Wet Method) melalui penangkapan udara di lapangan dengan bantuan pereaksi kimia. Pereaksi kimia tersebut ditempatkan dalam tabung impinger kemudian udara dialirkan melalui tabung tersebut dengan bantuan pompa udara yang kecepatan alirnya tertentu. Kandungan gas yang akan di analisis akan bereaksi dan terikat dengan pereaksi (absorben) yang ditempatkan pada tabung impinger tersebut selanjutnya di analisis di laboratorium. Hasil pengambilan sampel dan hasil analisis udara di laboratorium tersebut kemudian dibandingkan dengan Baku Mutu Udara Ambient berdasarkan KepMenLH No. 02 Tahun 1998 dan Peraturan Gubernur No. 17 Tahun 2005. Tabel hasil analisa kualitas udara dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

  1. A. Simpang Empat Polda

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Simpang Empat Polda

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:40 WIB

13:20 WIB

19:40 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

30

31

2.

Kelembaban

% RH

72

70

70

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,4

2,2

2,8

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

2,1

3,6

2,0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

446

1054

760

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

17700

23900

19400

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

226

370

316

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

247

304

257

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. B. Simpang Empat Fatal

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Simpang Empat Fatal

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

07:48 WIB

12:18 WIB

18:20 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

28

29

30

2.

Kelembaban

% RH

80

76

77

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,1

3,2

1,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

143

253

166

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

9700

11100

10800

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

110

180

141

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

89

122

104

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. C. Simpang Empat Ceritas

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Simpang Empat Ceritas

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

08:11 WIB

12:18 WIB

18:30 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

28,5

29

31

2.

Kelembaban

% RH

76

72

69

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

1,8

3,0

3,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

215

400

186

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

11900

17200

11500

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

168

296

149

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

134

179

157

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. D. Simpang Empat Jaka Baring

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Simpang Empat Jaka Baring

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

08:10 WIB

13:37 WIB

20:16 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

28,5

32

32

2.

Kelembaban

% RH

78

68

68

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

0,8

3,4

2,5

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

189

235

13100

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

4300

12300

13100

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

109

157

158

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

124

169

158

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. E. Terminal Perumnas Kota Palembang

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Perumnas Kota Palembang

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

10:23 WIB

12:02 WIB

20:37 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

30

31

31

2.

Kelembaban

% RH

70

71

70

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

3,4

2,4

1,8

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,3

1,4

0,2

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

240

322

86

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

8800

15700

1900

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

150

178

53

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

105

147

64

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. F. Terminal Lemabang Kota Palembang

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Lemabang Kota Palembang

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

07:45 WIB

14:21 WIB

18:47 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

28

31

31

2.

Kelembaban

% RH

76

70

69

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

21

3,2

1,4

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,1

0,3

0,1

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

64

102

85

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

3200

4800

2800

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

39

76

66

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

65

129

72

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. G. Terminal Karya Jaya Kota Palembang

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Karya Jaya Kota Palembang

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:37WIB

12:40 WIB

19:43 WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

31

31

2.

Kelembaban

% RH

76

69

70

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,4

3,5

3,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,1

0,6

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

209

315

97

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

9900

13800

3200

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

135

210

54

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

93

159

67

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. H. Terminal Alang – alang Lebar Kota Palembang

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Alang – alang Lebar Kota Palembang

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

10:02WIB

12:37 WIB

19:05WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

30

31

31

2.

Kelembaban

% RH

72

69

69

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

3,2

3,7

2,1

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,1

0,3

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

144

267

72

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

7400

9800

4900

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

134

180

34

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

147

168

116

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. I. Terminal Bayangan Banyuasin

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Bayangan Banyuasin

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

08:27WIB

12:40 WIB

18:37WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

31

31

2.

Kelembaban

% RH

74

69

72

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,2

1,8

3,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0,2

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

197

240

136

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

2800

6800

3900

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

134

151

134

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

128

143

128

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. J. Terminal Pasar Darat Sekayu

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Pasar Darat Sekayu Musi Banyuasin

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:01WIB

13:17 WIB

18:45WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

29

30

2.

Kelembaban

% RH

70

70

68

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,8

1,4

3,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0,1

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

136

345

76

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

8900

10900

4400

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

100

288

50

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

95

147

75

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. K. Terminal Ogan Ilir

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Ogan Ilir

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:15WIB

12:15 WIB

20:01WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

30,2

32

31,2

2.

Kelembaban

% RH

71

65

68

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

3,5

2,8

2,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

102

133

111

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

2100

4200

3800

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

69

82

75

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

128

157

87

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. L. Terminal Kayu Agung

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Kayu Agung

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

10:40WIB

14:10 WIB

20:17WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

31,6

32

30

2.

Kelembaban

% RH

65

61

65

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,0

3,2

1,5

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,2

1,3

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

112

134

55

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

5100

7300

3100

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

76

82

31

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

163

182

157

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. M. Terminal Prabumulih

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Prabumulih

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:00WIB

13:12 WIB

19:48WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

31

30

2.

Kelembaban

% RH

68

65

68

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

2,2

2,6

1,5

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0

0,3

0,1

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

451

494

208

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

14100

16200

12100

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

320

380

199

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

114

127

92

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. N. Terminal Regional Muara Enim

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Regional Muara Enim

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:17WIB

12:24WIB

21:09WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29

31

30

2.

Kelembaban

% RH

68

66

68

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

3,5

1,5

2,4

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,2

0,4

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

89

129

67

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

4800

5100

3200

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

68

112

45

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

79

91

56

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. O. Terminal Lembayung Lahat

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Lembayung Lahat

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

08:23WIB

13:08 WIB

20:31WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

27

31

320

2.

Kelembaban

% RH

82

71

13400

3.

Arah Angin

#

180

4.

Kecepatan Angin

m/s

1,2

3,4

134

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,8

0,8

0,1

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

187

320

124

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

9800

13400

8000

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

115

180

85

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

98

134

58

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. P. Terminal Mendangung Pagar Alam

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Mendangung Pagar Alam 

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

10:00WIB

13:20 WIB

20:25WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

27

29,5

27

2.

Kelembaban

% RH

83

71

86

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

3,0

2,5

4,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,3

0,3

0

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

54

64

51

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

2500

2900

1200

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

38

47

26

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

67

98

24

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. Q. Terminal Pasar Batu Raja

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Pasar Batu Raja  

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

08:23WIB

13:08 WIB

20:31WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

27

31,2

31

2.

Kelembaban

% RH

82

71

69

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

1,2

3,4

2,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,8

0,8

0,1

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

187

320

124

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

9800

13400

8000

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

115

180

85

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

98

134

58

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

  1. R. Terminal Martapura

Tabel Hasil Analisis Kualitas Udara Ambient Terminal Martapura

No

Parameter

Satuan

Jam Pengambilan Sampel

Keterangan

09:00WIB

13:12 WIB

19:48WIB

A. FISIKA Baku Mutu KepMen LH No. 02 Th 1998

H2S : 42 µg/Nm3/30 mnt

Peraturan Gubernur No. 17 Th. 2005

SO2 : 900 µg/Nm3/1 jam

NO2 : 400 µg/Nm3/1 jam

CO : 30000 µg/Nm3/1 jam

TSP : 230 µg/Nm3/24jam

1.

Suhu

0C

29,5

31,5

30

2.

Kelembaban

% RH

71

64

70

3.

Arah Angin

#

4.

Kecepatan Angin

m/s

1,8

2,4

3,2

5.

Kebisingan

dBA

B. KIMIA

1.

Hidrogen Sulfida

µg/Nm3/30 mnt

0,8

2,0

0,2

2.

Sulfur Dioksida

µg/Nm3/1 jam

165

254

95

3.

Karbon Monoksida

µg/Nm3/1 jam

12200

14600

8700

4.

Nitrogen Dioksida

µg/Nm3/1 jam

126

210

72

5.

TSP

µg/Nm3/24 jam

185

191

168

Sumber : Data Primer dari hasil laboratorium BTKL (2007)

Pembahasan Hasil Pemantauan

  1. 1. Kecepatan dan Arah Angin

Umumnya kecepatan angin di sekitar lokasi kegiatan berdasarkan data base Kota Palembang tergolong sedang yaitu berkisar antara 3 hingga 5 knots. Arah angin di wilayah lokasi kegiatan pada bulan Februari sampai dengan Maret bertiup ke arah utara, sedangkan pada bulan April sampai dengan Mei bertiup ke arah Tenggara.

Hasil pengukuran kecepatan angin pada lokasi kegiatan di simpang empat sebagai mana ditunjukkan pada tabel diatas, berkisar antara 0,8 – 3,4 m/s, kondisi ini masih dalam kategori normal dan untuk lokasi terminal berkisar antara 1,4 – 3,7 m/s (kategori normal).

  1. 2. Suhu dan Kelembaban

Suhu tertinggi pada tahun 2006 ini terjadi pada bulan Mei yakni 280C dan terendah pada bulan Januari  26,60C. Sedangkan kelembaban udara pada tahun ini berkisar antara 82 – 84 %. Kelembaban udara tertinggi pada bulan Januari – Maret 2005 yakni 84%, sedangkan kelembaban udara terendah (82%) pada bulan Mei 2006. Suhu udara sangat diperlukan terutama pada saat pengukuran atau pengambilan sampel udara dilakukan, dimana kandungan gas yang ada di udara berbanding terbalik dengan suhu udara, pada saat udara rendah konsentrasi udara gas di udara diperkirakan tinggi (mengambang mendekati permukaan bumi) sebaliknya pada saat suhu udara meningkat polusi gas di udara rendah (gas naik ke atmosfer). Hasil pengukuran suhu pada lokasi Simpang Empat di Kota Palembang di atas berkisar antara 28 – 32 0C, pengukuran dilakukan pada pagi hari, siang hari, sore hari dan cuaca sangat cerah, kondisi ini masih dalam kategori normal.  Sedangkan hasil pengukuran suhu pada lokasi terminal berkisar antara 28 – 31 0C (kategori normal).

  1. 3. Hidrogen Sulfida (H2S)

Kandungan H2S di lokasi kegiatan dihasilkan dari pembakaran pada aktifitas kendaraan bermotor dan aktifitas genset yang digunakan pada tahap pembangunan. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) dalam udara ambient di sekitar lokasi kegiatan menunjukkan angka 0,0 µg/Nm3/30 menit atau tidak terdeteksi karena nilai kandungan H2S terukur sangat kecil, angka ini menunjukkan bahwa lokasi Simpang Empat yang ada di Kota Palembang belum tercemar oleh kandungan gas H2S. Begitu juga pada lokasi di terminal, kandungan H2S menunjukkan angka 0,1 – 1,4 µg/Nm3/30 menit (terukur sangat kecil dan masih dibawah baku mutu udara ambient).

  1. 4. Sulfur Dioksida (SO2)

Sulfur dioksida (SO2) mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara. Pembakaran bahan – bahan yang mengandung sulfur seperti batubara dan minyak akan menghasilkan sulfur dioksida, tetapi jumlahnya tidak dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang tersedia. Adanya SO3 dalam bentuk gas hanya mungkin jika konsentrasi uap air sangat rendah. Jika uap air tersedia dalam keadaan cukup seperti biasanya SO3 dan air akan segera bergabung membentuk droplet asam sulfat (H2SO4) dengan reaksi sebagai berikut :

SO3 + H2O                           H2SO4

Oleh karena itu, komponen yang normal terdapat di dalam atmosfer bukan SO3 melainkan H2SO4. pengaruh SO2 terhadap tanaman dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu pengaruh konsentrasi dan waktu kontak. Kerusakan tiba – tiba (akut) terjadi bila kontak dengan SO2 pada konsentrasi tinggi dalam waktu sebentar, dengan gejala beberapa bagian daun menjadi kering dan mati dan biasanya warnanya memucat. Kontak dengan SO2 pada konsentrasi rendah dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerusakan kronis yang ditandai dengan menguningnya warna daun karena terhambatnya mekanisme pembentukan klorofil. Kerusakan akut pada tanaman disebabkan kemampuan tanaman untuk mengubah SO2 yang diabsorbsi menjadi H2SO4 kemudian menjadi sulfat. Sulfat yang terbentuk pada daun berkumpul dengan sulfat yang diabsorbsi melalui akar, dan jika akumulasi cukup tinggi maka terjadi gejala kronis yang disertai dengan gugurnya daun.

Pengaruh terhadap manusia dan hewan, SO2 pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi dari konsentrasi yang diperlukan adalah iritasi system pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan ada beberapa individu yang sensitive iritasi terjadi pada konsentrasi 1 – 2 ppm. SO2 dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia terutama terhadap orang tua penderita yang mengalami kronis pada system pernafasan dan kardiovaskuler. Individu dengan gejala tersebut sangat sensitive terhadap kontak dengan SO2 meskipun dengan konsentrasi relatif rendah misalnya 0,2 ppm atau lebih.

Berdasarkan hasil pengukuran dan uji laboratorium terhadap kandungan Sulfur Dioksida (SO2) dalam udara ambient di lokasi Simpang Empat Kota Palembang menunjukkan kisaran angka 143 – 1054 µg/Nm3/1 jam, angka ini menunjukkan bahwa pada Simpang Empat Polda seperti yang ditunjukkan pada tabel diatas berdasarkan Peraturan Gubernur No. 17 Tahun 2005 sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan hal ini dapat berpengaruh terhadap lingkungan seperti dedaunan berbintik dan menguning, korosif yang berlebihan pada peralatan, atau gangguan pada pernafasan dan iritasi mata. Sedangkan untuk hasil pengukuran di terminal adalah berkisar antara 64 – 315  µg/Nm3/1 jam, angka ini masih berada jauh di bawah baku mutu udara ambient yang dipersyaratkan yaitu 900 µg/Nm3/1 jam.

  1. 5. Nitrogen Dioksida (NO2)

Nitrogen dioksida (NO2) mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Jumlah NO2 yang terdapat di udara dalam keadaan seimbang dipengaruhi oleh suhu pembakaran kendaraan, dimana pada suhu tinggi akan terdisosiasi kembali menjadi N2 dan O2. Jika suhu campuran tersebut mengalami penurunan secara perlahan – lahan akan memberikan waktu yang cukup bagi NO2 untuk terdisosiasi. Beberapa pengaruh merugikan yang timbul karena polusi NO2 bukan disebabkan oleh oksida tersebut tetapi karena peranannya dalam pembentukan oksidan fotokimia yang merupakan komponen berbahaya didalam asap. Adanya NO2 di atmosfer pada konsentrasi tinggi (> 3,5 ppm) akan menyebabkan terjadinya nekronis atau kerusakan tenunan daun (Stoker dan Seagar, 1972). Kadar NO2 pada konsentrasi lebih besar dari 5 ppm yang terhisap selama 10 menit oleh manusia akan mengakibatkan sedikit susah dalam bernafas.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap kandungan Nitrogen Dioksida (NO2) dalam udara ambient pada lokasi Simpang Empat di Kota Palembang di atas berkisar antara 110 – 370 µg/Nm3/1 jam, angka ini masih berada dibawah baku mutu udara ambient yang dipersyaratkan yaitu 400 µg/Nm3/1 jam. Hal ini berarti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kandungan NO2 di wilayah sekitar Simpang Empat. Sedangkan untuk hasil pengukuran pada lokasi terminal adalah berkisar antara 34 – 210 µg/Nm3/1 jam (kategori normal).

  1. 6. Karbon Monoksida (CO)

Karbon Monoksida adalah suatu komponen tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu diatas 192 0C. Komponen ini mempunyai berat sebesar 96,5 % dari berat air dan tidak larut di dalam air. Karbon Monoksida yang terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses pembakaran tidak sempurna terhadap karbon atau komponen yang mengandung karbon serta reaksi antara karbon dioksida dan komponen yang mengandung karbon pada suhu tinggi yang menyebabkan karbon dioksida terurai menjadi karbon monoksida dan oksigen. Beberapa penelitian menunjukkan pengaruh CO terhadap tanaman biasanya tidak terlihat secara nyata. Pengaruh CO pada manusia pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian, sedangkan kontak dengan CO pada konsentrasi yang relatif rendah (100 ppm atau kurang) dapat mengganggu kesehatan. Pengaruh CO pada tubuh terutama disebabkan oleh reaksi antara CO dengan haemoglobin (Hb) di dalam darah.

Kandungan CO di udara terutama berasal dari emisi kendaraan bermotor, dan pembakaran minyak yang tidak sempurna dimana oksigen yang tersedia kurang dari yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap kandungan CO dalam udara ambient di lokasi Simpang Empat yang ada di kota Palembang menunjukkan kisaran angka antara 4300 – 23900 µg/Nm3/1 jam, angka ini juga masih berada dibawah baku mutu udara ambient yang dipersyaratkan yaitu 30.000 µg/Nm3/1 jam. Adapun untuk pengukuran pada lokasi terminal adalah kisaran angka 1900 – 15700 µg/Nm3/1 jam (kategori normal).

  1. 7. Debu (TSP)

Kandungan debu di udara ambient pada umumnya berasal dari proses pembakaran bahan bakar yang kurang sempurna dan emisi debu dari lahan terbuka. Dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia adalah berupa gangguan pernafasan fibrosis dan abstraksi paru – paru. Pengaruh terhadap kesehatan manusia tergantung dari kondisi kimia, ukuran partikel, konsentrasi dan lama pemaparannya. Dampak partikulat debu terhadap lingkungan di antaranya dapat mengurangi jarak pandang/penglihatan dan apabila konsentrasinya tinggi dapat menimbulkan gangguan estetika dan tertutupnya permukaan benda, bangunan gedung dan lain – lain. Partikulat debu dengan ukuran 0,2 – 2 mikron merupakan penyaring sinar matahari, sehingga menyebabkan berkurangnya sinar matahari dipermukaan bumi, karena bumi akan kekurangan sinar ultraviolet yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis tumbuh – tumbuhan dan juga sebagai salah satu faktor antirachitis, selain itu sinar ultraviolet dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme patogen di udara.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap kandungan debu (TSP) pada lokasi Simpang Empat di Kota Palembang di atas berkisar antara 89 – 304 µg/Nm3/jam, angka ini berada diatas baku mutu udara ambient yang dipersyaratkan yaitu 88 – 98 µg/Nm3/24 jam. Angka ini menunjukkan bahwa pada Simpang Empat Polda seperti yang ditunjukkan pada tabel diatas berdasarkan Peraturan Gubernur No. 17 Tahun 2005 sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Nilai kandungan debu (TSP) terukur akibat dari aktifitas transportasi dan kegiatan pembangunan proyek play over serta debu terbang karena lokasi kegiatan merupakan hamparan tanah. Sedangkan untuk lokasi terminal, hasil pengukurannya adalah kisaran angka 64 – 168  µg/Nm3/24 jam, angka ini masih berada di bawah baku mutu udara ambient yang dipersyaratkan 230   µg/Nm3/24 jam.

  1. III. Penutup

Pada umumnya dalam berbagai kasus pencemaran udara, dalam hal ini pencemaran udara yang diakibatkan oleh gas buang emisi kendaraan bermotor, dibutuhkan upaya segera dalam penanggulangannya. Dalam suatu studi oleh JICA, menunjukkan bahwa diantara berbagai bahan pencemaran yang dipantau, jenis pencemar udara yang sering dilampaui kriteria mutu udara, adalah partikulat dan hidrokarbon (non-metan). Walaupun hasil penelitian mengenai dampak pencemaran kedua parameter tersebut masih belum konsisten, mengingat dampak yang telah disebutkan diatas, maka pencemaran partikulat dan hidrokarbon yang dicurigai dapat bersifat karsinogenik dan mutagenik, perlu diwaspadai.

Didalam pengendalian pencemaran udara, seringkali teknologi yang tepat belum tentu menjamin dapat segera terlaksananya upaya tersebut. Pertimbangan segi ekonomi sering menjadi kendala utama. Di lain pihak kadang pemecahan tidak segera dapat ditemukan karena kurangnya fasilitas teknologi yang ada. Dalam keadaan seperti ini maka upaya pengendalian pencemaran terhadap lingkungan dapat dilakukan secara administratif dengan menerapkan peraturan perundangan yang telah ada secara ketat.

Daftar Pustaka

Sastrawijaya, Tresna A, (2000), Pencemaran Lingkungan, Cetakan Pertama, Rieneka Cipta, Jakarta

Kusno Putranto, H, Kesehatan Lingkungan, FKM UI, Depok, 2000

Anonim, Peraturan Pemerintah RI No: 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, BAPEDAL, 2001

Wisnu Arya Wardhana (2003),Dampak Pencemaran Lingkungan, Jakarta

Haryanto, Budi (2006), Dampak Kesehatan Pencemaran Udara, http://www.bappenas.go.id/index.php?file = index-php.pdf [26 April 2007]

————, (Depkes RI, 2007), 2 – 5 % Penduduk Indonesia Menderita Asma, http://www.Depkes.go.id/index.php?option = news & task = view article & sid [01 Mei 2007]

Fardiaz S, Polusi Air dan Udara, Penerbit Kanisius Yogyakarta, 1992

Ariawan, Iwan (1998). Besar dan Metode sampel pada Penelitian Kesehatan. Jurusan Biostatistik dan kependudukan FKM UI

Ammary, Fauzi (2005). Transport and Traffic, http://udarakota_bappenas.go.id/detail/makalah.php?file= UAQ-i_Transport.pdf [18 April 2007]

Depkes, (1992). Pengendalian Pencemaran Udara di Pemukiman

Depkes RI (1994) Petunjuk Teknis Pengukuran Kualitas Udara dan Limbah Cair, Jakarta, Dirjen P2M & PLP

United States Environmental Protection Agency. 2006. PM10 Fact Sheet. Diakses tanggal 5 Juni 2007 dari http://www.epa.gov.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: