KAJIAN KUALITAS AIR BERSIH DI KAB. BELITUNG PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2007

KAJIAN KUALITAS AIR BERSIH DI KAB. BELITUNG PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2007

Pendahuluan

Latar Belakang

Cakupan air bersih pada Kabupaten Belitung sebesar 61,7 % (Profil Kesehatan Kabupaten Belitung, 2005), dengan akses air bersih yang berasal dari ledeng dan sumur gali.

Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat pula dibawa oleh air kepada manusia pada saat manusia memanfa’atkannya, maka perlu dilakukan pencegahan terhadap penyakit bawaan air. Untuk itu perlu dilakukannya pemeriksaan terhadap kualitas air bersih menurut Permenkes No. 416 tahun 1990 untuk melihat gambaran kualitas air bersih yang berasal dari sumur bor, sumur gali masyarakat, air ledeng (PDAM) dan air kolong yang menjadi sumber air baku bagi air PDAM.

Rumusan Masalah

Bagaimanakah gambaran kualitas secara fisik dan kimiawi air bersih yang digunakan masyarakat pada Kabupaten Belitung tahun 2007 ?.

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk mengetahui kondisi kualitas air bersih yang berasal dari sumur bor dan sumur gali, air kolong dan air ledeng (PDAM) di Kabupaten Belitung tahun 2007.

Tujuan Khusus

Untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia air sumur bor, sumur gali, air kolong dan air ledeng (PDAM) yang dipakai masyarakat Kabupaten Belitung tahun 2007.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara observasional pada sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat dan melakukan pengambilan sampel air bersih tersebut.

Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah air sumur bor, sumur gali masyarakat, air ledeng dan air kolong yang menjadi air baku air ledeng di Kabupaten Belitung tahun 2007.

Sampel penelitian diambil berdasarkan metode purposive sampling yaitu sampel ditarik sedemikian rupa pada suatu populasi berdasarkan pada pertimbangan pribadi peneliti (Bachtiar, 2000). Besar sampel yang diambil adalah 15 (lima belas) buah yang terbagi untuk air kolong, air sumur gali, air sumur bor, air ledeng, air pemandian umum dan diambil sebanyak 2 periode di tempat yang sama. Jadi jumlah total sampel sebanyak 30 buah. Setiap pengambilan sampel air bersih, dilakukan observasi terhadap lingkungan sekitar tempat pengambilan sampel. Hal ini dilakukan untuk melihat faktor – faktor yang diprediksikan dapat berhubungan dengan keadaan kualitas air bersih yang ada.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Kabupaten Belitung pada 24 – 25 Mei 2007 dan 2 – 3 Agustus 2007.

Hasil Penelitian

Untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian maka hasil akan disajikan secara deskriptif. Di bawah ini adalah tabel mengenai data sampel air bersih Kabupaten Belitung tahun 2007.

Tabel 1. Data Sampel Air Bersih Kabupaten Belitung 2007

No

Nama

Alamat

Jenis Sampel

Titik Ordinat

1

Bp. Agus Tanjung Pandan SGL S 020 44’ 20 4”

E 1070 39’ 29 5”

2

Bp. Zaindra Tanjung Pandan SGL S 020 44’ 15 1”

E 1070 39’ 51 2”

3

Bp. Jasmin Tanjung Pandan SGL S 020 44’ 15 4”

E 1070 39’ 51 4”

4

Sumur Umum Tanjung Pandan SGL S 020 44’ 14 2”

E 1070 39’ 52 8”

5

Ds. Lesung Batang Tanjung Pandan Air Kolong S 020 44’ 20 2”

E 1070 39’ 29 5”

6

Blk Kebidanan RS. Belitung SGL S 020 44’ 22 6”

E 1070 37’ 48 8”

7

Blk Kamar Mayat RS. Belitung SGL S 020 44’ 22 7”

E 1070 37’ 48 8”

8

Blk IPRS RS. Belitung Sumur Bor S 020 44’ 21 3”

E 1070 37’ 47 9”

9

PDAM Dukong Tanjung Pandan Air Ledeng S 020 46’ 56 8”

E 1070 39’ 05 6”

10

Kolong Dukong Tanjung Pandan Air Kolong S 020 47’ 02 3”

E 1070 39’ 13 8”

11

PemandianSuci Indah Badau Air Kolong S 020 48’ 50 4”

E 1070 36’ 11 9”

12

Pemandian Suci Indah Badau Air Pemandian S 020 48’ 50 6”

E 1070 36’ 11 11”

13

Suci Indah Badau Sumur bor S 020 48’ 50 8”

E 1070 36’ 11 13”

14

Bp. Sunaryo Tanjung Pandan SGL S 020 45’ 12 4”

E 1070 39’ 27 8”

15

Bp. Jauhari Tanjung Pandan SGL S 020 44’ 28 5”

E 1070 38’ 25 9”

Sumber : Data Primer

Parameter fisik yang diperiksa yaitu TDS, kekeruhan, suhu dan warna. Sedangkan parameter kimia yang diperiksa adalah raksa, arsen, besi, fluorida, kadmium, kesadahan, klorida, kromium, mangan, nitrat, nitrit, pH, selenium, seng, sulfat, timbal, zat organik dan amoniak bebas. Berikut adalah tabel sampel air bersih yang termasuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menurut Permenkes No. 416 tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih.

Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Sampel Air Bersih Kabupaten Belitung Tahun 2007

No

Nama

Jenis Sampel

Periode Pengambilan Sampel

Jenis Parameter Per Periode

1

2

1

2

1

Agus SGL

MS

TMS

pH

2

Zaindra SGL

MS

TMS

pH

3

Jasmin SGL

MS

TMS

pH

4

Sumur Umum SGL

MS

MS

5

Ds. Lesung Batang Air Kolong

MS

TMS

pH

6

Blk. IPSRS SGL

TMS

TMS

Warna, besi

Warna, besi, pH

7

Blk. Kmr Mayat SGL

MS

MS

8

Blk. Kbidann Sumur Bor

MS

MS

9

PDAM Dukong Air Ledeng

TMS

TMS

pH

pH

10

Kolong Dukong Air Kolong

TMS

TMS

pH, warna

pH

11

Suci Indah Air Kolong

TMS

MS

pH, besi

12

Suci Indah Pemandian

TMS

TMS

pH, besi

pH

13

Suci Indah Sumur Bor

MS

TMS

pH

14

Sunaryo SGL

MS

TMS

pH

15

Jauhari SGL

TMS

TMS

Besi

pH

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 1

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada Bapak Agus S yang beralamat di Jl. Gatot Subroto No. 23 Tanjung Pandan, yang berasal dari air sumur gali. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode I adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter yaitu pH sebesar 5,9. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai sebesar 6,5 – 9,0.

Grafik 3. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Bapak Agus Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 2

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada Bapak Zaindera Jl. Hasan Said No. 15 Tanjung Pandan yang berasal dari sumur gali. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah memenuhi syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah tidak memenuhi syarat (TMS) dengan jenis parameter yaitu pH sebesar 6,23. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai sebesar 6,5 – 9,0.

Grafik 4. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Bapak Zaindera Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 3

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada Bpk. Jasmin, Jl. Hasan Said No. 15 Tanjung Pandan yang berasal dari sumur gali. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter yaitu pH sebesar 6,23. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai baku mutu sebesar 6,5 – 9,0. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

Grafik 5. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Bapak Jasmin Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 4

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada sumur umum, Jl. Hasan Said Tanjung Pandan. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Memenuhi Syarat secara fisik dan kimia berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 6. dibawah ini.

Grafik 6. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Umum Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 5

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air kolong Ds. Lesung Batang Tanjung Pandan. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter yaitu pH sebesar 6,25. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 7. dibawah ini.

Grafik 7. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Umum Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 6

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur bor di RS. Belitung Belakang Kebidanan. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Memenuhi Syarat secara fisik dan kimia berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 8. dibawah ini.

Grafik 8. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Bor RS. Belitung Blk Kebidanan Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 7

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur gali di RS. Belitung Belakang Kamar Mayat. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Memenuhi Syarat secara fisik dan kimia berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 9. dibawah ini.

Grafik 9. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Bor RS. Belitung Blk Kamar Mayat Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 8

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur gali di RS. Belitung Belakang IPSRS. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara fisik dan kimia dengan parameter warna sebesar 79 TCU dan besi sebesar 2,8307 mg/L. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter yaitu warna sebesar 72 TCU, pH sebesar 6,25 dan besi sebesar 1,5759mg/L. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0, warna sebesar 50 TCU dan besi sebesar 1,0 mg/L. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 10. dibawah ini.

Grafik 10. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Bor RS. Belitung Blk IPSRS Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 9

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air PDAM Dukong. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara fisik dengan parameter pH sebesar 6,13. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 5,25. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 11. dibawah ini.

Grafik 11. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

PDAM Dukong Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 10

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air kolong Desa Dukong. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara fisik dengan parameter pH sebesar 6,13 dan warna sebesar 53 TCU. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 6,07. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0 dan warna sebesar 50 TCU. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 12. dibawah ini.

Grafik 12. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Kolong Desa Dukong Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 11

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air kolong Suci Indah. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara fisik dengan parameter pH sebesar 6,21 dan besi sebesar 1,3892 mg/L. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih., Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 13. dibawah ini.

Grafik 13. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Kolong Suci Indah Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 12

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air pemandian umum Suci Indah. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara fisik dan kimia dengan parameter pH sebesar 6,19 dan besi sebesar 1,0087 mg/L. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 5,7. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0 dan besi dengan nilai batas maksimum 1 mg/L. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 14. dibawah ini.

Grafik 14. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Pemandian Umum Suci Indah Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 13

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur bor Suci Indah Kecamtan Badau. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 4,9. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 15. dibawah ini.

Grafik 15. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Bor Suci Indah Kec. Badau Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 14

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur gali Bapak Sunaryo dengan alamat Jalan Anwar Blok E No. 8 Komplek Marakas Tanjung Pandan. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Memenuhi Syarat (MS) secara fisik dan kimia. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 4,9. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 16. dibawah ini.

Grafik 16. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Gali Bpk. Sunaryo Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Hasil Pemeriksaan Pada Sampel 15

Pengambilan sampel air bersih dilakukan pada air sumur gali Bapak Jauhari dengan alamat Jalan Kamboja 3 No. 14 Rahat Dalam Tanjung Pandan. Hasil yang didapat pada pengambilan sampel periode 1 adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara kimia dengan parameter besi sebesar 4,0143 mg/L. Sedangkan pada pengambilan sampel periode 2 hasil pemeriksaan laboratorium adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jenis parameter pH sebesar 4,28. Berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air bersih, parameter pH mempunyai nilai batas maksimum 6,5 – 9,0 dan besi dengan nilai maksimum 1 mg/L. Lebih jelas hasil pemeriksaan dapat dilihat pada grafik 17. dibawah ini.

Grafik 17. Pemeriksaan Kualitas Sampel Air

Sumur Gali Bpk. Jauhari Periode 1 dan 2

Sumber : Data Primer

Visualisai Trend Konsentrasi Zat

yang Tidak Memenuhi Syarat

Konsentrasi pH

Grafik 18. Gambaran Konsentrasi pH pada

Air Bersih Kabupaten Belitung

Sumber : Data Primer

Konsentrasi pH di sebagian besar (16) lokasi titik sampling kurang dari batas yang diperbolehkan (bersifat asam). Dapat dilihat pada grafik 18 dengan tanda di bawah garis ungu, dengan pH terendah terjadi di lokasi Jauhari 2. Rata – rata konsentrasi pH pada sampel air bersih Kabupaten Belitung Tahun 2007 adalah 6,48.

Konsentrasi Warna

Grafik 19. Gambaran Konsentrasi Warna pada

Air Bersih Kabupaten Belitung

Sumber : Data Primer

Konsentrasi warna melebihi batas terjadi pada lokasi belakang kebidanan 2, belakang IPSRS 1 dan kolong dukong 1. Konsentrasi warna tertinggi terjadi pada belakang IPSRS 1 sebesar 79 skala TCU. Rata – rata konsentrasi warna adalah 20,3 TCU (warna kuning).

Konsentrasi Besi

Grafik 20. Gambaran Konsentrasi Besi pada

Air Bersih Kabupaten Belitung

Sumber : Data Primer

Konsentrasi besi melebihi nilai maksimal terjadi pada titik lokasi belakang kebidanan 2, belakang IPSRS 1, kolong suci indah 1, pemandian umum suci indah 1 dan Jauhari 1 (warna merah). Konsentrasi besi tertinggi melebihi batas terjadi pada Jauhari 1 sebesar 4,0143 mg/L. Rata – rata konsentrasi besi adalah 0,4944 mg/L (warna kuning).

Pembahasan

Keterbatasan Disain

Penelitian ini memakai desain penelitian observasional dengan menggunakan data primer sehingga tidak terlepas dari beberapa keterbatasan, antara lain (Murti, 1997) :

  1. Tidak cocok untuk menganalisis hubungan kausal paparan dan penyakit
  2. Tidak untuk menguji hipotesa

Keterbatasan Data

Data yang digunakan berasal dari pengambilan sampel secara purposive sehingga sangat sulit untuk dilakukan generalisasi terhadap populasi yang ada. Sehingga gambaran yang dapat hanya menunjukkan konsentrasi zat pada lokasi sampling tersebut.

Tidak semua variabel yang mungkin dapat berhubungan dengan kualitas air bersih dapat diteliti karena adanya keterbatasan sumber data (tidak adanya data di lapangan), padahal mungkin saja data yang tidak tersedia itu justru sangat berpengaruh terhadap kualitas air bersih.

Trend Konsentrasi Zat yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS)

Konsentrasi pH

Konsentrasi pH air bersih yang terdapat pada 16 lokasi titik sampling bersifat asam dengan nilai terendah pada lokasi Jauhari 2. Hal ini dapat terjadi pada air bersih karena adanya berlebihnya penambahan zat pada pengolahan dan tingginya pembusukan serta penguraian zat – zat organik dalam air sehingga potensial menghasilkan senyawa asam. Untuk itu, perlu dilakukannya pengolahan air bersih sebelum dipakai sebagai sumber air bersih. Pengawasan pH penting bagi pengolahan air untuk menjamin proses penjernihan dan desinfeksi dengan klorin efektif (< 8) (Depkes, 1996).

Konsentrasi pH air bersih atau air minum sebaiknya bersifat netral (6,5 – 9,0), untuk mencegah terjadinya pelarutan logam berat dan korosi jaringan perpipaan distribusi air. pH yang tidak netral dapat melarutkan berbagai element kimia yang dilaluinya (Slamet, 2002). Sebaliknya apabila pH air > 8 menyebabkan rasa air seperti sabun (Depkes, 1996).

Konsentrasi Warna

Konsentrasi warna melebihi batas terjadi pada lokasi belakang kebidanan 2, belakang IPSRS 2, dan kolong dukong 1, dengan konsentrasi tertinggi terjadi pada sumur gali RS. Belitung belakang IPSRS 1. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya peralatan perpipaan untuk distribusi air bersih yang sudah berkarat karena jika dilihat dari bentuk fisik sumur gali tersebut telah lama dibuat. Kadar besi pada air sumur gali RS. Belitung belakang IPSRS juga sudah diambang batas. Hal ini dapat mempengaruhi warna air yang ada.

Konsentrasi Besi

Konsentrasi besi melebihi batas terjadi pada titik lokasi belakang kebidanan 2, belakang IPSRS 1, kolong suci indah 1, pemandian umum suci indah 1 dan Jauhari 1 dengan nilai tertinggi terjadi pada sampel Jauhari 1 sebesar 4,0143 mg/L.

Adanya kandungan besi yang tinggi pada sumber air yang berasal dari sumur gali disebabkan oleh adanya kandungan besi yang ada di kerak bumi (Depkes, 1996).

Di alam terdapat kandungan besi sebagai hematit. Di dalam air minum besi menimbulkan rasa, warna (kuning), pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi dan kekeruhan. (Slamet, 2002).

Dalam jumlah kecil, besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah tetapi dalam jumlah yang melebihi batas dapat menimbulkan gangguan estetika seperti rasa air tidak enak (>2 mg/L), menimbulkan noda pada peralatan berwarna putih (1 mg/L), menimbulkan bau dan warna di dalam air (Sanropie, 1984).

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

  1. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium secara fisik, kimia sebanyak 12 (dua belas) buah sampel air bersih dari Kabupaten Belitung Tahun 2007, dikategorikan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berdasarkan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan air.
  2. Parameter yang nilainya melebihi batas yang telah ditentukan untuk air bersih adalah pH (derajat keasaman), warna, besi. Sedangkan parameter lainnya masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  3. Konsentrasi pH air bersih yang terdapat pada 16 titik sampling melebihi batas yang diperbolehkan. Dengan rata – rata pH adalah 6,48. Hal ini dapat karena tingginya pembusukan dan penguraian zat – zat organik dalam air sehingga potensial menghasilkan senyawa asam
  4. Konsentrasi warna melebihi batas terjadi pada titik lokasi belakang kebidanan 2, belakang IPSRS 2, dan kolong dukong 1. dengan konsentrasi tertinggi terjadi pada sumur gali RS. Belitung belakang IPSRS 1 sebesar 79 skala TCU. Rata – rata konsentrasi warna adalah 20,3 TCU. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya peralatan perpipaan untuk distribusi air bersih yang sudah berkarat karena jika dilihat dari bentuk fisik sumur gali tersebut telah lama di buat.  Tingginya kadar besi dapat juga mempengaruhi warna pada air.
  5. Konsentrasi besi tertinggi melebihi batas terjadi pada titik Jauhari 1 sebesar 4,0143 mg/L. Rata – rata konsentrasi besi adalah 0,4944 mg/L. Adanya kandungan besi yang tinggi pada sumber air yang berasal dari sumur gali disebabkan oleh adanya kandungan besi yang ada dikerak bumi.
  6. Beberapa logam berat seperti kadmium, arsen, selenium dan timbal terdeteksi keberadaannya di dalam air bersih tetapi konsentrasinya masih dibawah baku mutu yang ditetapkan.

Saran

  1. Perlu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat setempat untuk melakukan pengolahan dan penyaringan pada air bersih yang dipakai juga untuk sumber air minum
  2. Perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan berkala terhadap sumber air bersih masyarakat termasuk sumur bor, sumur gali, air PDAM dan air kolong sesuai dengan Permenkes No. 416 Tahun 1990 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air
  3. Mengembangkan teknologi tepat guna mengenai tata cara penyaringan cepat air bersih
  4. Sosialisasi pada masyarakat tentang upaya – upaya peningkatan kesehatan lingkungan
  5. Perlu dilakukan penilaian analisa risiko terhadap logam seperti kadmium, arsen, selenium dan timbal untuk memprediksi dampak kesehatan yang ditimbulkan

Daftar Pustaka

Bachtiar, Adang, dkk, Metodologi Penelitian Kesehatan, modul mata ajar, Universitas Indonesia, 2005

Departemen Kesehatan, Dasar Penetapan Dampak Kualitas Air Terhadap Kesehatan Masyarakat, Direktorat Penyehatan Air, Dirjen PPM & PL, 1996

Dinas Kesehatan, Profil Kesehatan Kabupaten Belitung, 2005.

Widyastuti, Palupi dan Ester, Monica, Bahaya Bahan Kimia pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan, Jakarta, 2002

1 Response so far »

  1. 1

    Dedi Teguh said,

    jika mau analisa COD, Bagaimana prosedur pengajuannya? dan berapa biaya analisa per sampelnya? tks


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: