KAJIAN PASIF PT. ATS PALEMBANG TAHUN 2007

KAJIAN PASIF PT. ATS PALEMBANG
TAHUN 2007

Suatu evaluasi tingkat pajanan polutan terhadap air bersih/air minum dilakukan dengan cara mengukur kadar polutan/kontaminan dalam air tersebut. Kadar polutan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kemudian dibandingkan dengan berbagai batas syarat/nilai ambang yang telah ditetapkan misal : WHO guidlines, Kepmenkes 907/2002 dan lain – lain. Asumsi yang dianut dengan cara ini adalah bahwa kadar yang berada diatas ambang akan memberikan risiko lebih besar untuk mengancam kesehatan, sedangkan yang dibawah ambang boleh dikatakan aman. Cara tersebut dikenal dengan istilah “Pemantauan Lingkungan” (Environmental Monitoring).
Walaupun cara pengukuran seperti di atas tetap menetapkan cara yang dapat memberikan petunjuk penting tentang pajanan, namun biasanya masih didapat beberapa kesulitan dan kelemahan dalam interpretasi dan evaluasinya. Hal tersebut disebabkan kadar/kandungan bahan – bahan dalam media/air jarang bersifat konstan/stabil, tetapi bervariasi menurut waktu serta sangat bergantung pada sumber pencemarannya sendiri. Demikian pula juga bergantung pada tingkat konsumsi air (ingestion) dan intake bahan melalui cara lain (inhalation, dermal absorption) ke dalam tubuh.
Kekurangan tersebut di atas akan dapat lebih di antisipasi, diperbaiki dengan cara dilakukannya pemantauan biologik (Biological Monitoring), misalnya dengan cara mengukur kadar Co, Hb dalam darah, kadar Pb, Merkuri, Cd, Chlorine esterase test dan lain – lain yang memerlukan keahlian khusus dibidangnya.
Aspek Kimia Kualitas Air

Konsumsi Air Minum dan Berat Badan
Data global tentang konsumsi air minum perkapita sangatlah terbatas. Pada studi yang dilakukan di Kanada, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat, diperoleh gambaran rata – rata pemakaian air minum perkapita perhari kurang dari 2 (dua) liter, namun bervariasi antar individu. Demikian pula konsumsi air sangat bervariasi dan sangat bergantung pada faktor – faktor iklim, aktifitas serta budaya. Pada suhu diatas 250C misalnya terjadi peningkatan yang tajam terhadap intake cairan, untuk memenuhi kebersihan dari penambahan keluarnya keringat.
Dalam pengembangan penyusunan suatu nilai standar (guideline value) untuk bahan kimia berbahaya yang potensial, digunakan angka rata – rata konsumsi air perkapita perhari sebesar 2 (dua) liter bagi seorang dengan berat badan 60 kg, sedangkan untuk anak – anak digunakan 1 (satu) liter perhari dengan berat badan 10 kg dan bayi 0,75 liter dengan berat badan 5 kg.

Jalru Pajanan Melalui Inhalasi dan Absorbsi Kulit
Kontribusi dari pajanan air minum dapat melalui jalur langsung/ingestion minuman/makanan ataupun jalur tidak langsung/inhalasi saat memakai shower dan absorbsi melalui kontak dengan kulit saat mandi.
Pada kebanyakan kejadian, data yang diperoleh tidaklah mencukupi untuk memperkirakan jumlah pajanan bahan – bahan polutan/kontaminan dalam air melalui inhalasi dan absorbsi lewat kulit. Sehingga tidaklah mungkin untuk menggunakan intake dari jalur tersebut dalam menentukan guideline value kualitas kimia air. Pada umumnya dengan pemakaian Total Tolerable Daily Intake (TDI) yang digunakan untuk pajanan air minum sudah mencukupi.
Kajian Risiko Kesehatan
Ada dua sumber informasi dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pajanan bahan kimia yang dapat digunakan dalam penentuan guidelines values, yaitu :
a. Studi terhadap populasi (Human Population)
b. Studi toksisitas (toxicity studies) dengan memakai binatang percobaan
Hal yang kedua sering dipakai oleh karena studi terhadap populasi manusia nilai investigasinya sering kali sangat terbatas dikaitkan sedikitnya informasi kuantitatif dari kadar polutan dimana manusia terpajan, ataupun juga dengan terjadinya pajanan simultan dari bahan – bahan polutan lain. Meskipun demikian, pada studi toksisitas dengan binatang percobaan juga bersifat terbatas karena jumlah binatang percobaan relatif kecil/sedikit serta relatif tingginya dosis pajanan bahan polutan yang digunakan. Oleh karena itu diiperlukan ekstrapolasi dari hasil pemakaian dosis rendah yang mana populasi manusia biasanya terpajan.
pH
a. Pengontrolan pH maksudnya untuk mengurangi korosi dan penebalan pada perpipaan
b. pH kurang 7 menyebabkan korosi berat pada pipa
c. Meningkatnya konsentrasi bahan kimia tertentu seperti lead bisa terjadi sebagai hasil korosi jenis pipa tertentu
d. Pada pH lebih dari 8 akan mengurangi efisiensi disenfeksi chlor
e. pH yang baik untuk air minum dan ditetapkan sebagai nilai Guidline adalah antara 6,5 dan 8,5
Iron/Besi
Walaupun besi sangat penting untuk nutrisi manusia, tetapi besi dari air minum tidak dianggap sumber penting. Pada konsentrasi 0,3 mg/l menyebabkan bercak – bercak pada pakaian cucian dan pekerjaan plumbing serta menyebabkan rasa tak menyenangkan dalam minuman botolan. Presipitasi besi memberikan warna coklat kemerahan dalam air. Bertambahnya konsentrasi besi dalam air dari sistem distribusi mungkin disebabkan karena karat pada pipa besi atau terbawanya besi dalam air yang telah mengendap. Konsentrasi besi lebih besar dari 0,1 mg/l akan menyebabkan endapan pada pipa, pada tingkat lebih besar dari 0,3 mg/l menyebabkan meningkatnya biaya pemeliharaan dan protes karena rasa.
Karena besi juga dipergunakan secara meluas dalam pengolahan air maka nilai Guidline ditetapkan 0,3 mg/l.
Manganese
a. Pada tingkat lebih dari 0,15 mg/l menyebabkan bercak pada cucian dan pekerjaan plumbing
b. Konsentrasi lebih tinggi lagi menyebabkan rasa pada minuman botol
c. Bersama besi menyebabkan endapan pada perpipaan
d. Pada konsentrasi 0,05 mg/l juga sudah menyebabkan tempelan pada pipa
e. Nilai Guideline 0,1 mg/l
Lead/Timbal
Anak – anak, bayi dan ibu hamil adalah grup yang paling sensitif pada ekpose lead ini, oleh karena itu penetapan nilai quedline sangat memperhatikan kelompok orang yang rawan ini. Sayangnya informasi dari kelompok ini sangat terbatas, dalam pengamatan pada anak – anak dan ibu hamil menunjukkan kenaikan 4 -5 µg lead per 100 ml darah bisa dihubungkan dengan akibat minum air yang mengandung 100 µg lead perliter.
Ekspose konsentrasi lead sebesar 100 µg/l bisa menyebabkan sejumlah anak yang bermakna kadar darahnya melebihi 30 µg/100 ml dan tingkatan ini adalah sangat tinggi bagi anak – anak. Pada ekspose tingkat atas penetapan FAO/WHO tahun 1972 bahwa tolerable weekly intake orang dewasa 3 mg per orang akan dilampaui walau diet mengandung 230 µg per hari. Sementara itu bila tingkat lead dalam air minum tidak lebih dari 50 µg/l maka 3 mg intake perminggu tak akan dilampaui walau dengan diet mengandung 300 µg per hari lead. Air minum mengandung 50 µg lead perliter akan mengkontribusi antara seperempat dan setengah, untuk weekly intake orang dewasa dan sepertiga untuk anak – anak. Dengan demikian WHO menetapkan nilai Guideline 0,05 mg/l air minum.
Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD5)
Zat organic yang terdiri dari unsur karbon, hydrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen, belerang dan lain – lain yang cenderung menyerap oksigen. Oksigen tersebut dipergunakan untuk menguraikan senyawa organik. Pada akhirnya kadar oksigen dalam air menjadi keruh dan berbau. Nilai BOD5 menunjukkan kandungan bahan organik yang dapat didegradasi, yang dinyatakan dengan jumlah oksigen dibutuhkan untuk proses degradasi. Makin tinggi nilai BOD5 dari suatu air limbah, maka kualitas air limbah tersebut semakin buruk. BOD5 yang tinggi menggambarkan akibat yang ditimbulkan yaitu akan terjadi defisit (berkurangnya) oksigen terlarut, padahal komponen ini dibutuhkan oleh biota perairan seperti nekton (ikan).
Analisis BOD didasarkan atas reaksi oksidasi bahan organik oleh bakteri aerobik. Penguraian bahan organik merupakan proses alamiah, yaitu apabila suatu air dicemari oleh bahan organik, maka bahan organik tersebut akan diuraikan oleh bakteri. Dalam penguraiannya bakteri mampu menghabiskan oksigen terlarut, sehingga akan berdampak pada kematian ikan atau lainnya juga menimbulkan bau. BOD ini akan dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman (pH).
Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD)
Nilai COD menunjukkan kandungan bahan organic dan anorganik yang dapat terdegradasi, yang dinyatakan dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk proses degradasinya. Makin tinggi nilai COD dari air limbah, maka kualitas air limbah tersebut makin buruk. Sama halnya dengan BOD5, COD yang tinggi akan terjadi defisit (berkurangnya) oksigen terlarut, dan selanjutnya mengganggu kehidupan biota perairan. Batas maksimum COD yang diperbolehkan dalam perairan adalah 100 mg/l, namun pada air bersih maksimum COD yang diperbolehkan adalah 10 mg/l.
Nitrit dan Nitrat
Nitrit berada di air karena hasil oksidasi amoniak bebas. Pada air yang tidak tercemar tidak akan didapat kandungan nitrit, akan tetapi di dalam permukaan dapat ditemukan nitrit yang bersumber dari tanah. Nitrit terjadi dari reaksi lanjut setelah amoniak mengalami oksidasi secara biokimia. Senyawa amoniak ini diperoleh dari buangan kotoran hewan, pembusukan nabati dan sisa – sisa pupuk yang bertebaran di tanah. Kandungan nitrat lebih dari 45 mg/l akan mengganggu kesehatan bayi yang dikenal dengan penyakit Bluebabies yaitu terganggunya sifat darah akibat terkena air yang mengandung nitrat.
Kesimpulan
1. Hasil pemeriksaan air baku PT ATS dari bulan Januari s.d. Desember tahun 2007
• Kadar pH air baku PT ATS dari bulan Januari s.d. Desember masih dalam nilai ambang batas
• Kadar besi air baku PT ATS dari bulan Februari s.d. Desember 2007 melebihi nilai ambang batas (>0,3 mg/l)
• Kadar seng air baku PT ATS pada bulan November dan Desember 2007 melebihi nilai ambang batas (>0,5 mg/l)
• Kadar nitrit air baku PT ATS pada bulan Mei, November dan Desember melebihi nilai ambang batas (>0,06 mg/l)
• Kadar BOD5 air baku PT ATS pada bulan Januari, Agustus dan September melebihi nilai ambang batas (>2 mg/l)
• Kadar COD air baku PT ATS pada bulan Januari, Mei, Agustus dan September 2007 melebihi nilai ambang batas (>10 mg/l)
2. Hasil pemeriksaan air WTP 20 PT ATS diperiksa pada bulan Januari, Februari, Mei dan Juni, pada hasil pemeriksaan seluruh parameter yang diperiksa semuanya memenuhi syarat sesuai dengan SK. Gubernur No. 13 Tahun 2002. Hanya pada bulan Februari kadar Pb melebihi nilai ambang batas (0,2497 mg/l > 0,05 mg/l).
3. Hasil pemeriksaan air WTP 50 PT ATS diperiksa pada bulan Januari, Februari, Mei, Juni Tahun 2007, dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa semua parameternya memenuhi syarat kesehatan. Hanya pada bulan Februari kadar Pb melebihi nilai ambang batas (0,1998 mg/l > 0,05 mg/l)
4. Hasil pemeriksaan air WTP 50 baja PT ATS diperiksa pada bulan Maret, April, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember Tahun 2007, dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa semua parameternya memenuhi syarat kesehatan.
5. Hasil pemeriksaan air WTP 50 Beton PT ATS diperiksa pada bulan Maret, April, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember Tahun 2007, dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa semua parameternya memenuhi syarat kesehatan.

Lampiran Tabel

HASIL PEMERIKSAAN AIR BAKU PT. ATS TAHUN 2007
No. Parameter Kadar Max Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov Des
1 pH 6 s.d. 9 7.67 6.55 6.788 5.58 6.28 6.183 6.75 7.3 6.963 6.85 8.074 8.55
2 Besi (Fe) 0.3 0.18 2.0838 2.08 0.7482 2.1378 1.4313 1.6817 1.5624 1.0677 1.0758 4.2984 3.3648
3 Mangan (Mn) 0.1 0 0 0.0053 0.0121 0.0121 0.0084 0.0092 0.0048 0.008 0.0021 0.0146 0.0146
4 Seng (Zn) 0.5 0.0016 0 0 0.1598 0.1134 0.438 0.3408 0.2108 0.0976 0.4321 0.6931 0.7103
5 Crom (Cr+6) 0.5 0 0.0264 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Cadmium (Cd) 0.1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
7 Raksa (Hg) 0.001 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Timbal (Pb) 0.03 0.0104 0.0101 0.0101 0.0065 0.0057 0.0043
9 Arsen (As) 0.05 0 0.013 0.0142 0.0098 0.0084 0.002 0.0068 0.0052 0.0016 0.0058 0.0196 0.0012
10 Selenium (Se) 0.01 0.0022 0.0012 0.0012 0 0 0
11 Sianida (Cn) 0.02 0 0 0.014 0.011 0.01 0.0012 0.0021 0.0018 0.0016 0.0007 0.0007 0.0007
12 Fluorida (F) 0.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
13 Khlorida (Cl) 600 16.5 13.5 9 11.2 11.5 13.5 15.6 17.8 3.6 3.8 4.2 11.5
14 Amoniak (NH3) 0.5 0.18 0.18 0.02 0.13 0.11 0.15 0.12 0.07 0.1 0.13 0.18 0.25
15 Nitrat (NO3) 10 0.04 0.03 0.03 0.01 0.03 0.03 0.05 0.04 0.06 0.05 0.06 0.04
16 Nitrit (NO2) 0.06 0.0014 0.0473 0.0391 0.01 0.3182 0.022 0.0032 0.0275 0.0156 0.0235 0.0767 0.2119
17 BOD5 2 5.4 1.33 6.34 1.4 2 1.34 2.35 8.7 6.8 1.89 1.87 1.74
18 COD 10 17 2 9 4 24 4 7 26 20 7 2 2
19 DO 6 3.67 5.44 6.13 3.53 6 4.5 3.48 2.99 2.8 2.55 1.65 4.05

Kadar max berdasarkan : SK Gubernur Sumsel No. 13 Tahun 2002

Lampiran Grafik

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    bbtklppm surabaya said,

    Selamat pagi.

    Mohon info alamat e-mail btklppm palembang untuk komunikasi hasil pertemuan B/BTKLPPM se Indonesia di Trawas pada tanggal 5-7 November 2009.
    Alamat e-mail dapat dikirimkan melalui info@btklsby.go.id

    Kami tunggu segera infonya. Terimakasih.

  2. 3

    nasution said,

    Hallo ATS, ngapo pelayanan kalian akhir2 ini sangat mengecewakan warga vila gardena dan sekitarnya. Pressure airnya sangat kecil dan sering mati. Kalau hidup airnya keruh dan banyak endapan berbau dan berasa. Ada apa sebenarnya ini ?? kalau memang kalian tidak sanggup melayani pelanggan lagi ya sudah tutup aja dan serahkan dg PDAM. Sudah tarifnya mahal pelayanannya buruk, kami sangat kecewa. Tolong tanggapi keluhan kami ini sebelum kami melakukan somasi. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan trims.

  3. 4

    nasution said,

    Hallo ATS, ngapo pelayanan kalian akhir2 ini sangat mengecewakan warga vila gardena dan sekitarnya. Pressure airnya sangat kecil dan sering mati. Kalau hidup airnya keruh dan banyak endapan berbau dan berasa. Ada apa sebenarnya ini ?? kalau memang kalian tidak sanggup melayani pelanggan lagi ya sudah tutup aja dan serahkan dg PDAM. Sudah tarifnya mahal pelayanannya buruk, kami sangat kecewa. Tolong tanggapi keluhan kami ini sebelum kami melakukan somasi. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan trims.fgg

  4. 5

    Hildred said,

    Doh! I was domain name searching at namecheap.com and went to type
    in the domain name: https://btklplm.wordpress.com/2009/07/06/kajian-pasif-pt-ats-palembang-tahun-2007/ and guess who
    already had it? You did! haha j/k. I was about to shop for
    this domain name but realized it had been taken so I figured I’d come check it out.
    Good blog!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: